Showing posts with label Tazkirah. Show all posts
Showing posts with label Tazkirah. Show all posts

Thursday, January 29, 2009

Jagalah Allah, Allah Menjagamu..

بسم الله الرحمن الرحيم..

Dalam sebuah hadith sahih riwayat Tirmidzi dan Ahmad,disebutkan bhwa Ibnu Abbas r.a berkata:

"Aku dibonceng Rasulullah SAW (di atas unta),lalu baginda berkata: "Wahai anak,sesungguhnya aku akan mengajarkanmu bbrp kalimat, jagalah Allah,nescaya dia akan menjagamu,jagalah Allah nescaya kamu mendapatiNya di hadapanmu (dengan pertolonganNya),jika kamu meminta,mintalah kepadaNya dan jika kamu memohon pertolongan,mohonlah kepadaNya. Ingatlah bahawa seluruh manusia sedang membantu untuk memberimu sesuatu yang bermanfaat,nescaya mereka tidak akan dapat melakukannya kecuali terhadap apa yg telah ditetapkan Allah untukmu,dan seandainya mereka bersepakat untuk menimpakan bahaya atasmu,nescaya mereka tidak akan dapat melakukannya kecuali pada apa yang telah ditetapkan Allah atas dirimu.Pena telah diangkat dan lembaran catatan telah kering.

Dalam musnadnya,Imam Ahmad menambah:
"Dan sesungguhnya pertolongan ada bersama kesabaran,jalan keluar ada bersama kesukaran dan bersama kesukaran ada kemudahan".




Marilah sama2 kita muhasabah dan menghitung diri..adakah kita telah menjaga Allah?adakah kita telah melaksanakan segala perintah, meninggalkan segala larangan,dan telah memelihara hakNya lebih dari segala-galanya?lihatlah kedalam diri..hitung dan hisablah..adakah kita telah menjaga Allah dalam ucapan, pendengaran, penglihatan,fikiran,makanan dan hati kita?

Saya ingin berkongsi tentang sebuah buku yg bertajuk: "Jagalah Allah, Allah Menjagamu" karangan Dr 'Aidh Abdullah Al-Qarni.Dalam buku tersebut, telah dikupas dengan mendalam tentang bagaimana untuk mendapat cinta Allah,ciri2 dan tabiat insan berjaya,kisah2 wali Allah, dan pelbagai lagi perbincangan dan kupasan yang blh membawa kita menuju dan kembali kpd Allah.Tentunya menjadi insan yang terbaik disisi Allah, sentiasa dekat denganNya, dan mempunyai martabat yang tiggi disisiNya menjadi idaman para mu'minin dan mu'minah yang soleh/solehah.Justeru, marilah sama2 kita muhasabah dan meningkatkan kualiti diri agar menjadi hambaNya yang sentiasa bertaqwa dan selalu hampir dgnNya.

Bercerita tentang wali Allah, tentunya melahirkan rasa kagum dan teruja terhadap kelebihan2 yang dikurniakan Allah kpd insan2 tersebut.betapa bertuahnya menjadi manusia yang terpilih untuk berada dekat denganNya.orang yang sentiasa mengingati Allah,dan Allah tidak pernah lupa kepadanya.di akhirat kelak, tentunya mendapat ganjaran yang istimewa..

Saya pasti kalian telah mendengar kisah2 para auliya' Allah spt Malik bin Dinar, Ibrahim bin Adham,Sheikh Abdul Kadir Jailani, Rabiatul Adawiyah,dll.Mereka inilah antara insan2 yang Allah beri karamah,kemuliaan, dan maqam yang tinggi disisiNya.Marilah sama2 kita berusaha untuk menjadi insan2 yang dekat denganNya.Semoga cinta Allah sentiasa bertakhta di hati melebihi segala-galanya.insyaAllah,kelak akan hadir cinta dari insan2 yang cintakan Allah untukmu..agar bertambah kekuatan untuk kita lebih mencintaiNya.Tidak rugi untuk menjadi golongan yang cintakan Allah,dan Allah kasih padanya..bahkan, itulah nikmat yg sangat manis, buah dari benih keimanan yang tulus ikhlas kepadaNya.

"YA ALLAH,KURNIAKANLAH KAMI CINTAMU, DAN CINTA ORANG2 YANG MENCINTAIMU,DAN (CINTAKAN) SEGALA AMALAN YANG MENDEKATKAN KAMI KEPADA CINTAMU" ameen ya Rabbal 'alamiin..

rujukan: buku Jagalah Allah,Allah menjagamu (Dr 'Aidh Abdullah Al-Qarni)


Tuesday, September 9, 2008

Ramadhan..hayatilah dgn keinsafan


بسم الله الرحمان الرحيم

Alhamdulillah..kali ini kita masih terpilih sbg hambaNya dlm nikmat iman dan Islam unt berada dalam madrasah Ramadhan..syukur kehadrat Allah SWT krn kita masih diberi peluang dan ruang yg bnyak unt memperbaiki dan mengislah diri dalam bulan yg mulia ini..

Tetapi, persoalannya, sejauh manakah kita semua menghayati dan memanfaatkan sepenuhnya kehadiran bulan Ramadhan yg telah dijanjikan pelbagai ganjaran, rahmat dan keampunan dari Allah SWT..berapa ramaikah di kalangan kita yang memasuki bulan Ramadhan ini dgn penuh keinsafan, punya semangat dan tekad unt memperbaiki diri, dan menjadi hambaNya yg bertaqwa?
atau adakah ketibaan ramadhan ini hanyalah sbg satu adat dan kebiasaan tanpa mengambil manfaat yg sepenuhnya?lebih malang lg jika ada di kalangan kita yg memasuki madrasah Ramdhan ini hnya smata-mata sbg tanda unt menyambut AidilFitri dgn pelbagai persiapan dan pembaziran yg tidak sepatutnya..

ingatlah dan sedarlah wahai Muslimin sekalian, bahawa sesungguhnya kehadiran Ramadhan ini adalah sesuatu yg dinanti-nantikan oleh semua manusia yg beriman dgn iman yg sebenarnya.. kehadirannya dinanti, pemergiannya ditangisi..demikianlah hebatnya iman para sahabat di zaman Nabi SAW..mereka menanti-nanti kehadiran Ramadhan yg mana telah dijanjikan dgn pelbagai nikmat dan rahmat dari Allah SWT.

firman Allah SWT:
Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Quran) pd malam qadar.Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.Pada malam itu turun para malaikat dan ruh(Jibril) dgn izin Tuhannya unt mengatur semua urusan.Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar. (Al-Qadr:1-5)


sabda Nabi Muhammad SAW:
  • Barangsiapa berpuasa dibulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim)
  • Jika awal Ramadhan tiba, maka setan-­setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadhan); Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu. Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka. (HR Tirmidzi)
  • Jarak antara shalat lima waktu, shalat jum’at dengan jum’at berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-­dosa yang ada diantaranya, apabila tidak melakukan dosa besar. (HR Muslim)


Masya Allah!betapa besarnya ganjaran yg telah dijanjikan kpd mereka yg beriman dalam bulan Ramadhan yg penuh barakah ini.adakah kita berjaya memasuki madrasah tarbiyah ini dgn hnya mengharapkan keredhaan Allah SWT,ikhlas dalam beramal, dan dapat mengaplikasikan segala yg diamalkan dalam Ramadhan ini dgn berterusan?

semoga Ramadhan kali ini adalah yg terbaik berbanding Ramadhan2 yg lalu..semoga natijahnya dapat memberi impak terbaik bt diri kita dan menjadikan kita hambaNya yg jauh lebih baik berbanding sebelumnya.

~ikhlaskan hati dalam mencari redha Ilahi..~

Friday, April 18, 2008

Ciri-Ciri Wanita Syurga


Ciri-ciri wanita syurga.@~

Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Syurga.

Dalam Al Qur'an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Di antaranya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

"(Apakah) perumpamaan (penghuni) Syurga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lazat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?" (Muhammad : 15)

Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala kelak akan mendapatkan pendamping (isteri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur'an yang mulia, di antaranya :

"Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik." (Al Waqiah : 22-23)

"Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Syurga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin." (Ar Rahman : 56)

"Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan." (Ar Rahman : 5Cool

"Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya." (Al Waqiah : 35-37)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Syurga dalam sabda beliau :

" … seandainya salah seorang wanita penduduk Syurga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Syurga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya." (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu 'anhu)

Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

Sesungguhnya isteri-isteri penduduk Syurga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Di antara yang didendangkan oleh mereka : "Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Isteri-isteri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan." Dan mereka juga mendendangkan : "Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi." (Shahih Al Jami' nomor 1557)

Ciri-ciri wanita syurga

Isteri-isteri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Syurga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.

Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :

1. Bertakwa.

2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan takdir yang baik dan buruk.

3. Bersaksi bahawa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.

4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah dan dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.

5. Ikhlas beribadah kerana Allah, tawakkal, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap azab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.

6. Gemar membaca Al Qur'an dan berusaha memahaminya, berzikir mengingat Allah ketika sendirian atau tidak dan berdoa kepada Allah semata.

7. Menghidupkan amar ma'ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.

8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap haiwan ternak yang dia miliki.

9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang menzaliminya.

10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.

11. Adil dalam segala perkara terhadap seluruh makhluk.

12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).

13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.

14. Berbakti kepada kedua orang tua.

15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.

Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Syurga yang kami sadur dari kitab Majmu' Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Syurga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta'ala berfirman :

" … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Syurga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar." (An Nisa' : 13)

petikan dari--->>http://pcmansurah.forumotion.com/

Sunday, February 10, 2008

nasihat untuk WANITA

1. Pertama urusan yang ditanyakan pada hari akhirat nanti ialah mengenai solat dan mengenai urusan suaminya (apakah ia menjalankan kewajibannya atau tidak).

2. Apabila lari wanita dari rumah suaminya tidak diterima solatnya sehingga kembali ia dan menghulurkan tangannya kepada suaminya (meminta ampun).

3. Mana-mana perempuan yang memakai bau-bauan kemudian ia keluar melintasi kaum lelaki ajnabi agar mereka tercium bau harumnya maka dia adalah perempuan zina dan tiap-tiap mata yang memandang itu adalah zina.

4. Sebaik-baik wanita ialah tinggal di rumah, tidak keluar kecuali atas urusan yang mustahak. Wanita yang keluar rumah akan dipesonakan oleh iblis. Sabna Nabi s. a. w. : Perempuan itu aurat, maka apabila ia keluar mendongak syaitan memandang akan dia.

5. Haram bagi wanita melihat lelaki sebagaimana lelaki haram melihat wanitayang halal nikah kecuali dalam urusan menuntut ilmu dan berjual beli).

6. Diriwayatkan bahawa pada suatu hari ketika Rasulullah s. a. w. bersama isteri-isterinya (Ummu Salamah r. ha. dan Maimunah r. ha.), datang seorang sahabat yang buta matanya (Ibnu Maktum) Rasulullah s. a. w. menyuruh isteri-isterinya masuk ke dalam. Bertanya Ummu Salamah, "Bukankah orang itutidak dapat melihat kami, Ya Rasulullah ?" Rasulullah s. a. w. menjawab,"Bukankah kamu dapat melihatnya."

7. Perempuan yang melabuhkan pakaian dalam keadaan berhias (bukan untuk suami dan mahramnya) adalah seumpama gelap-gelita pada hari Qiamat tiada Nur baginya.

8. Mana-mana wanita yang bermasam muka menyebabkan tersinggung suaminya, maka wanita itu dimurkai Allah sehingga ia bermanis muka dan tersenyum mesra pada suaminya.

9. Tidak boleh seorang isteri mengerjakan puasa sunat kalau suaminya ada dirumah serta tidak seizinnya dan tidak boleh memasukkan seseorang lelaki ke rumahnya dengan tidak seizin suaminya.

10. Hendaklah isteri berpuas hati (redha) dengan suaminya yang telah dijodohkan oleh Allah, samada miskin atau kaya.

11. Perempuan tidak berhak keluar dari rumahnya melainkan jika terpaksa (kerana sesuatu urusan yang mustahak) dan ia juga tidak berhak melalui jalan lalu lalang melainkan ditepi-tepinya.

12. Apabila memanggil lelaki akan isterinya ke tempat tidur tetapi ditolaknya hingga marahlah suaminya, akan tidurlah wanita itu dalam laknat oleh malaikat ke pagi.

13. Wanita-wanita yang menggunakan lidahnya untuk menyakiti hati suaminya, ia akan mendapat laknat dan kemurkaan Allah, laknat malaikat juga laknat manusia sekalian.

14. Tidak harus seseorang manusia sujud kepada manusia dan jika diharuskan, maka akan aku perintahkan semua kaum wanita sujud pada suaminya kerana membesarkan dan memuliakan hak-hak suami mereka.

15. Wanita yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya pada hari Qiamat nanti Allah jadikan lidahnya sepanjang 70 hasta kemudian diikat kebelakang tengkoknya.

16. "Aku lihat api neraka, tidak pernah aku lihat seperti hari ini, kerana ada pemandangan yang dahsyat di dalamnya. Telah aku saksikan kebanyakkan ahli neraka ialah wanita." Rasulullah s. a. w. ditanyai, "Mengapa demikian Ya Rasulullah?" Jawab Rasulullah s. a. w. "Wanita mengkufurkan suaminya dan mengkufurkan ehsannya. Jika engkau berbuat baik kepadanya seberapa banyak pun dia masih belum rasa berpuas hati dan cukup."

17. "Kebanyakkan ahli neraka adalah terdiri dari kaum wanita." Maka menangislah mereka dan bertanya salah seorang daripada mereka, "Mengapa terjadi demikian, adakah kerana mereka berzina atau membunuh anak atau kafir ?" Jawab Nabi s. a. w. "Tidak, mereka ini ialah mereka yang tidak bersyukur akan nikmat suaminya, sesungguhnya tiap-tiap seorang kamu adalah dalam nikmat suaminya."

18. Keadaan wanita 10 kali ganda seorang lelaki di dalam neraka dan 2 kali ganda seorang lelaki di dalam syurga.

19. "Kebanyakkan wanita itu adalah isi neraka dan kayu api." Hazrat Aishah bertanya, "Mengapa wahai Rasulullah s. a. w.?" Jawab Rasulullah s. a. w. :

i. Kerana kebanyakan perempuan itu tidak sabar dalam menghadapi kesusahan, kesakitan dan cubaan seperti kesakitan melahirkan anak, mendidik anak-anak dan melayani suami serta melakukan kerja-kerja rumah.

ii. Tiada memuji (bersyukur) di atas kemurahan Allah yang didatangkan melalui suaminya. (Jarang terdapat orang perempuan yang mahu mengucapkan terima kasih di atas pemberian suaminya.)

iii Sering mengkufurkan (engkar) terhadap nikmat Allah. (Contohnya :Apabila berlaku sesuatu pertengkaran ada isteri yang berkata sudah 10 tahun kahwin dengan awak tidak ada apa-apapun.)

iv Gemar bercakap perkara yang sia-sia yang berdosa. (Contohnya :bercakap mengenai perabot-perabot rumah yang tidak perlu dan mengumpat.)

v Kurang akal dan kurang ilmu pengetahuannya dalam agama iaitu mereka sering tertipu atau terpengaruh dengan pujuk rayu lelaki, rakan- rakan, alam sekeliling dan suasana serta kemewahan lahiriah.

20. Dari Ali bin Abi Talib r. a. : Aku dengar Rasulullah s. a. w. bersabda,

" Tiga golongan dari umatku akan mengisi nereka jahanam selama 7 kali umur dunia. Mereka itu adalah :-

a. Orang yang gemuk tapi kurus b. Orang yang berpakaian tetapi telanjang c. Orang yang alim tapi jahil

* Adapun yang gemuk tapi kurus itu ialah wanita yang sihat tubuh badannya tetapi kurang ibadat.

* Orang yang berpakaian tetapi telanjang ialah wanita yang cukup pakaiannya tetapi tidak taat agama.

* Orang yang alim tapi jahil ialah ulamak yang menghalalkan yang haram kerana kepentingan peribadi.


21. Asma' binti Kharizah Fazari r. ha. diriwayatkan telah berkata kepada puterinya pada hari perkahwinan anaknya itu, "Wahai anakku, kini engkau akan keluar dari sarang di mana engkau dibesarkan. Engkau akan berpindah ke sebuah rumah dan hamparan yang belum engkau kenali. Itulah suami mu. Jadilah engkau tanah bagi suami mu (taat perintahnya) dan ia akan menjadi langit bagi mu (tempat bernaung). Jadilah engkau sebagai lantai supaya ia dapat menjadi tiangnya. Jangan engkau bebani dia dengan berbagai kesukaran kerana itu akan memungkinkan ia meninggalkan mu. Kalau ia mendekatimu, dekatilah ia dan jika ia menjauhi mu maka jauhilah ia dengan baik. Peliharalah benar-benar suami mu itu akan hidungnya, pendengarannya, matanya dan lain-lain. Janganlah pula ia mendengar melainkan yang enak dan janganlah ia melihat melainkan yang indah sahaja pada dirimu.

22. Pesanan Luqman kepada anaknya, "Sepanjang hidupku, aku hanya memilih 8 kalimah dari pusaka para Nabi yang lalu iaitu :-

a. Apabila engkau sedang solat kepada Allah s. w. t. maka jagalah baik- baik fikiran mu. b. Apabila engkau berada di rumah orang lain, maka jagailah pandangan mu. c. Apabila engkau berada di tengah-tengah majlis maka jagalah lidah mu. d. Apabila engkau hadir dalam jamuan makan maka jagalah perangai mu. e. Ingat kepada Allah s. w. t. f. Lupakan budi baik mu pada orang lain. g. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu. h. Ingat kepada mati

23. Perkara-perkara yang menjadikan wanita itu derhaka kepada suaminya seperti tersebut di dalam kitab Muhimmah :-

a.
Menghalang suami dari bersuka-suka dengan dirinya samada untuk jimak atau menyentuh mana-mana bahagian tubuhnya. b. Keluar rumah tanpa izin suami samada ketika suami ada di rumah atau pun tidak. c. Keluar rumah kerana belajar ilmu yang bukan ilmu Fardhu Ain. Dibolehkan keluar untuk belajar ilmu Fardhu Ain jika suaminya tidak mampu mengajar. d. Enggan berpindah (berhijrah) bersama suaminya. e. Mengunci pintu, tidak membenarkan suami masuk ke rumah ketika suami ingin masuk. f. Bermasam muka ketika berhadapan dengan suami. g. Minta talak. h. Berpaling atau membelakangi suami ketika bercakap. i. Menyakiti hati suami samada dengan perkataan atau perbuatan. j. Meninggalkan tempat tidur tanpa izin. k. Membenarkan orang lain masuk ke dalam rumah sedangkan ia tidak disukai oleh suaminya.

24. Wajib bagi wanita :-

a. Mengekalkan malu pada suaminya. b. Merendahkan (menundukkan) mata ketika berpandangan. c. Mengikut kata-kata dan suruhannya. d. Dengar dan diam ketika suami berkata-kata. e. Berdiri menyambut kedatangannya. f. Berdiri menghantar pemergiannya. g. Hadir bersamanya ketika masuk tidur. h. Memakai bau-bauan yang harum untuk suaminya. i. Membersihkan dan menghilangkan bau mulut untuk suaminya. j. Berhias ketika hadirnya dan tinggalkan hiasan ketika tiadanya. k. Tiada khianat ketika tiada suaminya. l. Memuliakan keluarga suaminya. m. Memandang pemberian suaminya yang kecil sebagai besar dan berharga. n. Ketahuilah, syurga dan neraka bagi seorang wanita itu bergantung pada redha atau tidaknya suami padanya.

Ada 6 pesanan untuk kaum wanita dapat diamalkan di dalam kehidupan seharian untuk hidupkan suasana Iman dan Amal di dalam rumahtangga. Apabila ada suasana agama dalam kehidupan maka hidayat dan nusrah (pertolongan) dari Allah akan datang. Rumahtangga dirahmati Allah, keberkatan dalam kehidupan kita dan ketenangan dalam jiwa kita. 6 pesanan itu adalah amalan nurani.

Amalan itu ialah :-

1. Solat di awal waktu dan galakkan kaum lelaki yang mahram bersolat ditempat di mana azan dilaungkan iaitu di masjid atau di surau.

2. Istiqamah membaca Al-Quran dan berzikir. - Hak Al-Quran hendaklahkhatam2X setahun. Jadi lapangkan tiap-tiap hari untuk membacanya. Disamping ituhendaklah kita mengingati Allah dalam apa keadaan kita sekalipun dan dimana kita berada. Dengan melihat setiap ciptaan Allah kita dapatmengingati Allah s. w. t. Maka dianjurkan supaya dapat kita melapangkan waktu pagi (lepas subuh) dan petang hari (lepas Asar) untuk mewiridkan kalimah-kalimah tasbih, tahmid, tahlil dan takbir ie "Subhanallah Walhamdulillah Wala ilaha illallah Wallahu Akbar" jika mampu boleh di sambung "Wa la hawlawalaquwataillabillahi'aliyil'azim"
100X. Selawat ke atas Nabi 100X dan beristighfar 100X. Selain daripada itu amalkanlah doa-doa masnun - doa yang diucapkan ketika melakukan sesuatu perbuatan ie masa hendak makan, tidur, masuk dan keluar tandas dsb.

3. Istiqamah menghidupkan Takleem dan Taklum (belajar dan mengajar ilmu agama). - Lapangkanlah masa yang sesuai walau seketika supaya semua ahli keluarga dapat menghidupkan majlis ilmu ini. Duduklah seperti duduknya kita di dalam solat ie menutup aurat, berkeadaan suci dan berbau wangi. Majlis mempelajari agama ini terbahagi kepada dua iaitu : Pertama - Majlis berkenaan hadis-hadis mengenai kelebihan beramal. Ini adalah untuk menimbulkan keghairahan dalam ahli keluarga untuk beramal. Kedua - Majlis berkenaan masalah-masalah agama (hukum- ahkam dalam ibadat). Wajib suami untuk mengajar anak dan isteri mengenainya. Jika tidak tahu wajib atasnyauntuk belajar.

4. Mendidik anak secara agama dan sunnah.

5. Hidup sederhana.

6. Menggalakkan suami / mahram yang lelaki untuk usaha atas agama dakwah illallah (mengembangkan agama). - Secara Baironi : di luar kampung halaman kita dan Maqami : Di dalam qariah kampung halaman kita.

Akhir sekali semoga kita sama-sama dapat mengamalkan 6 pesanan ini dalam rumahtangga kita secara istiqamah dan ikhlas setiap hari. Juga untuk jadi isteri yang beriman dan solehah hendaklah kita taat pada suami. Jika suami redha ke atas kita maka Allah s. w. t. akan redha ke atas kita. Berzikir ,berdoa, beristighfar, membaca Al-Quran dan berselawat adalah amalan-amalan utama yang harus dikekalkan oleh setiap umat islam untuk kesempurnaan Iman dan Islamnya. Semuanya itu menjadi penawar bagi hati dan jiwa yang rusuh dan resah gelisah.

petikan dari:http://pcmansurah.forumotion.com/agama-f15/nasihat-untuk-wanita-t258.htm

semoga kita mampu membina rumah tangga yg bahagia,penuh keberkatan, dan sentiasa dalam keredhaanNya..ameen..

>>wanita solehah penyeri raudhatul jannah..

Wednesday, December 5, 2007

Bagaimana cara menutup aurat yg sebenarnya?



Firman Allah SWT :

" Dan katakanlah kpd para perempuan yg beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya(aurat) kecuali yg (biasa) terlihat.dan hendaklah mereka menutupkan kain tudung ke dadanya,dn jgnlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali kpd:
  1. suami mereka
  2. ayah mereka
  3. ayah suami mereka(bapa mertua)
  4. putra2 mereka
  5. putra2 suami mereka
  6. saudara2 lelaki mereka
  7. putra2 saudara lelaki mereka
  8. putra2 saudara perempuan mereka
  9. para perempuan(sesama Islam)
  10. hamba sahaya yg mereka miliki
  11. para pelayan lelaki(tua) yg tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan)
  12. anak2 yg belum mengerti tentang aurat perempuan

dan jgnlah mereka menghentakkan kaki kakinya agar diketahui rahsia perhiasan yg mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu semua kpd Allah,wahai org2 yg beriman, agar kamu beruntung.." (surah An-Nur: ayat 31)



Tuesday, December 4, 2007

Khusyukkah solat kita??

Bab1:Kesan solat yang khusyuk

IMAM AL-GHAZALI menyatakan bahawa orang yang tidak khusyuk solatnya dikira sia-sia .
Ini kerana tujuan solat ialah untuk mengingati Allah dan mencegah manusia daripada perbuatan keji dan mungkar.

Orang yang lalai di dalam solatnya bermakna orang itu tidak akan merasa gerun ketika melakukan perkara keji dan mungkar.

Solat yang khusyuk ialah mereka yang sentiasa sedar dan mengikuti segala pengertian dan setiap kalimah diucapkan di dalam solatnya.

Mengamati bacaan dalam solat dengan khusyuk yang mengandungi pelbagai bacaan dan doa-doa yang memperlihatkan kebesaran Allah S.W.T dapat menghakis sikap buruk yang ada pada diri manusia.

Contohnya apabila membaca ayat keempat dan kelima surah al-Fatihah yang bermaksud:
“Allah yang memiliki hari Akhirat”
Maka tergambar segala kekalutan, kesibukan dan huru-hara manusia serta bersesak-sesak di padang Mahsyar,ia akan terasa diri semakin kerdil dan lemah di sisi Allah SWT.
“Engkaulah yang kusembah dan Engkaulah tempatku bermohon,”
Bererti mereka telah memberikan kesetiaan dan pengabdian hanya kepada Allah SWT,bukannya menjadi penyembah hawa nafsu atau lain-lain dan tiada keinginan untuk melakukan perbuatan keji.

o Orang yang lalai di dalam solat tidak mendapat pahala sebaliknya Allah menjanjikan balasan api neraka sebagaimana dalam firman Allah SWT:
“Maka celakalah bagi orang-orang solat,(iaitu) orang-orang yang lalai daripada menyempurnakan solatnya.”
(Surah al-Ma’un,ayat 4-5)


o Solat seseorang yang dalam keadaan lalai, sesungguhnya tidak
mempunyai sebarang nilai kebaikan di sisi Allah SWT.

· Menurut IMAM AL-GHAZALI bahawa solat ialah munajat (berdialog dan berbisik) seorang hamba terhadap tuhannya.Oleh itu, solat itu pastinya dilakukan dengan penuh kesedaran di samping khusyuk dan tawadhuk.

· Orang yang mengerjakan solat dalam keadaan lalai sama keadaannya orang yang mengigau ketika tidur kerana orang yang mengigau itu bertutur di luar kesedaran walaupun mungkin ia menyebut Allahu Akbar.
· Apabila hati lalai, ia akan menjadi hijab yang menghalang seseorang itu untuk menghampiri Allah SWT.


Bab2:Hadir hati adalah roh solat

· Solat adalah ibadah utama yang akan dihisab terlebih awal di akhirat kelak oleh Allah SWT berbanding amalan lain.

· Menurut pendapat Imam al-Ghazali;
Tidak syak lagi bahawa seseorang itu berzikir atau membaca dalam solat ialah untuk memuji Tuhan dan yang menjadi matlamat tidak lain ialah Allah SWT.

· Oleh itu solat akan menjadi sia-sia sekiranya tidak disertai dengan hati yang sentiasa ingat akan Allah,kerana hati adalah wasilah atau perantaraan dengan Allah SWT.

· Hati diciptakan oleh Allah SWT untuk mengenal dan melihat Allah SWT, namun tidak mungkin hati dapat syuhud (bersaksi)kepada Allah SWT dalam keadaan manusia itu lalai.

· Hati yang lapang dalam ertikata dada yang dipenuhi dengan iman, sabar, taqwa, dan berani adalah perlu untuk menghadapi sebarang rintangan dalam melaksanakan tugas dakwah.

· Dakwah tidak akan terlaksana jika dengan hati yang lalai, kerana ucapan dari hati yang lalai itu walau sehebat mana sekalipun tidak akan ada kesannya kerana sesuatu yang ditujukan ke dalam hati mestilah melalui hati yang tenang dan mutma’innah.

· Hadir hati di dalam solat itu adalah nyawa kepada solat tersebut.

· Lalai itu adalah lawan bagi solat, kerana lalai itu bercanggah dengan tujuan solat sebagaimana firman Allah SWT yang bermaksud:

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku.Dan
dirikanlah solat untuk mengingati-Ku (Allah).”
(Surah Thaahaa ayat 14)

· Kesimpulannya ,hati yang sentiasa ingat dan mengikuti segala perbuatan dalam solat adalah menjadi nyawa kepada solat tersebut.Apabila hati lalai maka solat hanya tinggal rangka saja,sedangkan roh sudah melayang.

Bab3:Hayati makna ayat bagi mencapai khusyuk

· Segala makna atau pengertian dalam persoalan ‘hadir hati’ iaitu sebagai nyawa kepada solat diringkaskan kepada enam perkara.

1. Hudhur al-qalb’(hadir hati) iaitu berusaha membuang segala sesuatu yang tidak ada kena-mengena dengan solat, dan juga membuang segala perkara yang tidak ada hubungan dengan Allah.

2. At-tafahhum bererti melakukan usaha untuk memahami segala perkara yang dilakukan di dalam solat itu sama ada perbuatan dan juga segala yang diucapkan.Hati orang yang mengerjakan solat itu dapat mengikuti maksud kalimah yang diucapkan.

3. At-ta’dzim iaitu merasai keagungan Allah SWT.Apabila seseorang itu memulakan solat dengan menyebut Allahu Akbar, mereka akan merasa dirinya terlalu kerdil didepan Allah SWT dan ingatannya terhadap Allah terlalu agung.

4. Al-haibah iaitu bukan sahaja merasa kebesaran ilahi tetapi juga merasa gerun terhadap keagungan Allah SWT.

5. Ar-rajaa’ iaitu sentiasa menaruh harapan besar, mudah-mudahan segala ibadah solat yang dilakukan mendapat ganjaran pahala dari-Nya.

6. Al-hayaa’iaitu merasa malu terhadap Allah SWT di atas segala kekurangan dan kecacatan dalam ibadahnya, sekadar mana yang terdaya dilakukan namun dipersembahkan juga ibadah tersebut kepada Allah SWT.

Tuesday, November 6, 2007

Tanda2 bahagia & sengsara

Bahagia dan sengsara ada petandanya. Berikut ini adalah tanda bahagia dan sengsara dalam kehidupan kita:-

Tanda-tanda Bahagia

1. Menjauhkan diri dari urusan dunia dan senang kepada urusan akhirat
2. Kemahuan kuat terhadap ibadah dan membaca al-Quran
3. Sedikit bicara terhadap apa yang tidak diperlukan
4. Sangat memelihara sholat lima waktu
5. Menjaga diri dari yang haram dan syubhat, sedikit atau banyak
6. Bersahabat dengan orang-orang soleh dan baik
7. Rendah diri
8. Bersifat dermawan yang ikhlas
9. Belas kasihan terhadap makhluk-makhluk Allah yang lain
10. Bermanfaat kepada orang lain
11. Selalu ingat mati dan bersiap sedia menghadapinya

Tanda-tanda Sengsara

1. Rakus terhadap harta dunia
2. Kemauan nafsu yang kuat dan cenderung pada kelezatan dunia
3. Perkataan yang kotor dan banyak ghibah (menceritakan cela orang lain)
4. Menganggap enteng sholat 5 waktu.
5. Bersahabat dengan orang-orang fasik
6. Buruk prilakunya
7. Sombong dan tinggi hati
8. Enggan memberi kebaikan kepada orang lain
9. Sedikit kasih sayang terhadap orang yang beriman
10. Pengecut
11. Lupa terhadap mati

(Dipetik dari kitab Tanhibul Ghafilin)

Al-Qalb (HATI)

Baginda Rasulullah yang diutus oleh Allah ke dunia ini, bukan sahaja menitikberatkan persoalan yang besar seperti masalah kenegaraan kerana baginda seorang pemimpin negara, malah dalam persoalan mendidik jiwa juga adalah tanggungjawab baginda. bagi memastikan manusia yang bernama Islam khususnya memiliki hati yang sejahtera dan hidup dengan ajaran Islam yang mudah untuk dipimpin kepada kebenaran agama.
Kerana hati manusia itu ada kaitannya dengan hidup atau mati peranan dan fungsinya, maka baginda mengingati umatnya agar sentiasa memeliharanya dengan baik agar ia terus subur dan hidup hanya untuk Allah.

Justeru, Islam ada memperkenalkan "Ad-Doruriyat al-Khamsâ"� iaitu lima perkara yang wajib dan mesti umat Islam pelihara iaitu:
1) Agama.
2) Akal.
3) Harta.
4) Jiwa atau hati.
5) Keturunan dan kehormatan diri.

Hati manusia itu merupakan salah satu perkara yang dititikberatkan oleh Islam, jika salah ditarbiah maka ia akan menyusahkan tuannya nanti di akhirat, sehubungan itu Allah SWT ada menegaskan menerusi ayat 36 surah al-Israa yang bermaksud:

"Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati (manusia), semuanya itu akan diminta untuk dipertanggungjawabkan."

Bagi memastikan agar hati itu terus subur dan hidup dengan Islam, maka baginda Rasulullah s.a.w mengingatkan umatnya agar jangan sekali-kali mematikan hati pada malam kedua-dua malam Aidilfitri dan Aidiladha. Hati mati dengan tidak bertakbir, bertahlil, bertahmid, bertasbih, berzikir, membaca al-Quran dan sebagainya.

Hati yang hidup itu akan menikmati kebahagian seperti di bawah ini:

-Hidupnya hati adalah menjadi pokok pangkal hidupnya iman.
-Hidupnya hati adalah pokok pangkal hidupnya akhlaqul karimah.
-Hidupnya hati adalah pokok pangkal sebab dapatnya menerima hidayah Allah.

Dan Allah SWT telah mengingatkan kita sebagai hamba-Nya agar membawa hati kita untuk bertemu-Nya pada hari kiamat dengan hati yang sejahtera, ia dirakam menerusi ayat 88-89 surah as-Syu'araa yang bermaksud:

"Iaitu di hari di mana harta dan anak-anak lelaki tidak berguna. Melainkan mereka yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (sejahtera)."�
Iaitu sejahtera, bersih dan selamat dari penglibatan dalam perkara syirik, nifaq atau tidak mempercayai akan kebesaran Allah SWT.

Apa yang perlu kita tahu tentang persoalan hati?

Menurut Mahmoud Syal, seorang pengkaji agama di laman web islamonline.net, tanda-tanda hati yang sejahtera adalah:

1) Sentiasa mengarah tuan punya diri untuk terus mengingati dan bertaubat kepada Allah.
2) Sentiasa mengingatkan tuannya untuk beribadat kepada Allah.
3) Rasa selesa, seronok dan kelazatan beribadat lebih daripada kelazatan makanan dan minuman.
4) Memberi tumpuan sedalam-dalamnya terhadap apa yang dibaca khususnya ketika melaksanakan solat.
5) Mengingatkan tuannya agar sentiasa menghiasi diri dengan akhlak yang mulia, sama ada perbuatan, kenyataan dan tindakan.
6) Reda terhadap pelaksanaan perintah Allah dan bersedia untuk meninggalkan segala tegahan dan larangan-Nya.
7) Seronok menghabiskan masa untuk Allah dan gelisah apabila habis untuk selain-Nya.

Tanda-tanda hati yang rosak

1) Hati tidak merasa bersalah apabila terlibat melakukan dosa dan maksiat.
2) Tidak terasa untuk melakukan taubat apabila melakukan kesalahan.
3) Mersa seronok bergelumang dalam dosa.
4) Tidak mempedulikan perintah Allah, malah suka terbabit pada larangan-Nya.
5) Benci kepada kebenaran dan cuba menghalang kemaraannya.
6) Benci kepada orang-orang solih atau mereka yang suka melakukan kebaikan.
7) Suka bertengkar pada perkara yang tidak memberi manfaat untuk agama.
8) Menerima rasuah, sogokan, riba dan perkara haram serta merasakan keseronokannya.
9) Takut kepada orang yang gagah, tetapi sedikitpun tidak takut kepada Allah.
10) Benci kepada perkara makruf dan suka kepada perkara mungkar.


Penyakit hati

1) Nifaq dan riya'(menunjuk-nunjuk).
2) Bersangka buruk, mengumpat, menghina, subahat pada yang haram dan ragu-ragu.
3) Hasad dan dendam kesumat.
4) Sombong, bangga diri dan ego.
5) Bohong dan berputus asa.
6) Cinta mendalam kepada selain Allah.
7) Ikut hawa nafsu.
8) Keras hati (kerana tidak duduk dalam majlis ilmu).
9) Takut kepada selain Allah.
10) Belot dan khianat.
11) Suka memaki hamun orang lain.
12) Bergelumang dengan perkara dunia dan menjadikannya sebagai matlamat hidup.
13) Tidak ada perasaan baik kepada orang lain.

Kaedah rawatan penyakit hati

a) Mentarbiah hati supaya mencintai Allah dengan sedalam-dalamnya.
b) Membaca serta bertadarus (menyelidik) makna dan maksud-maksud ayat al-Quran.
c) Mendekatkan kepada Allah dengan amalan-amalan sunat.
d) Khusyuk dalam solat.
e) Memperbanyak zikir dan memohon ampun kepada Allah.
f) Melakukan kebaikan kerana ikhlas kepada Allah dan mengharapkan keredaan-Nya.
g) Melakukan amal dan ibadat berdasarkan perintah Allah dan Rasul.
h) Beriktikad dengan akidah yang betul.
i) Sentiasa melakukan muhasabah diri.
j) Memperuntukkan masa bagi Allah menerusi penggarapan ilmu-ilmu agama.
k) Memperbanyakkan qiyamullail, berdoa terutamanya pada sepertiga malam.
l) Tunduk dan khusyuk kepada Allah dalam segenap tindakan dan perbuatan.
m) Memastikan sumber makanan dan pakaian adalah halal di sisi Allah SWT.
n) Menundukkan penglihatan kepada perkara-perkara yang diharamkan Allah.
o) Suka menziarahi kubur dan mengingati mati.
p) Sentiasa bersyukur dan reda kepada Allah atas segala nikmat yang dikurniakan.
q) Suka membantu anak-anak yatim dan bermesra dengan mereka.
r) Suka bersahabat dan duduk dengan orang-orang solih yang boleh dijadikan teladan.

Apabila seorang muslim merenung kepada perkara yang telah disebutkan di atas, Insya Allah dia akan menemui sesuatu yang boleh menjadikannya insaf dan sedar dan semoga mahu untuk melakukan perubahan dalam diri menuju kecemerlangan sebagai muslim yang bertakwa kepada Allah.

~petikan dari: harakahdaily.net~